Langsung ke konten utama

Doa Cepat Dapat Jodoh dan Menikah dengan joodoh yang terbaik menurut Allah SWT

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM)

Doa Cepat Dapat Jodoh dan Menikah Jodoh, Siapa sih yang tidak mau memiliki jodoh? Tentu semua kita ingin memiliki jodoh. yang menjadi masalah jodoh itu bukan ditangan kita akan tetapi di tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jodoh tidak bisa kita paksakan tidak bisa kita tentukan, kita sekedar jodoh dan beri agar Allah berikan jodoh yang terbaik. Anda sudah mendapatkan jodoh? Alhamdulillah jika sudah, akan tetapi jika belum pun tidak mengapa, tidak perlu berputus asa karena Insya Allah ada jalannya selama kita terus  berusaha dan berdoa. Untuk berusaha tentu sudah jelas harus mengikuti jalannya syari’at yaitu dengan cara ta’aruf syar’i tanpa pacaran. Lalu bagaimana untuk doanya? Nah untuk doanya di dalam Islam sejauh ini kami belum tahu ada doa khusus untuk enteng jodoh. Maksud kami tidak ada doa enteng jodoh khusus dari Quran dan Sunnah yang shahih. Paling yang kami tahu Hanya doa yang cukup populer di masyarakat yang dipecah menjadi dua yaitu doa enteng jodoh untuk laki-laki dan doa enteng jodoh untuk perempuan, yakni sebagai berikut: Do’a Enteng Jodoh Untuk Pria Berikut doa enteng jodoh untuk laki-laki yang tersebar luas di masyarakat: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجَةً طَيِّبَةً أَخْطُبُهَا وَأَتَزَوَّجُ بِهَا وَتَكُوْنُ صَاحِبَةً لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَةِ ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHAA WA ATAZAWWAJU BIHA WATAKUNU SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH. Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat. Do’a Enteng jodoh Untuk Perempuan Dan berikut doa enteng jodoh untuk perempuan atau wanita yang banyak tersebar juga di masyarakat: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN  WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH Artinya : Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat. Dari sisi kandungan dan makna kedua doa tersebut di atas baik sekali kandungan dan maknanya.  Secara umum dalam berdoa boleh untuk menggunakan teks sendiri akan tetapi jika kita bisa menemukan doa yang berasal dari Quran atau hadits shohih maka itu akan lebih baik lagi. Tapi seperti kami Sebutkan di atas bahwa tidak ada doa enteng jodoh khusus di dalam Alquran yang kami ketahui hingga saat ini, paling jauh yang kami ketahui adalah doa agar diberikan pasangan yang sholeh/sholehah dan keturunan yang soleh/solehah,Sebagaimana doa Ibadurrahman di dalam al-quran saat meminta agar Allah berikan pasangan dan keturunan yang sholeh dan sholehah: ‘Ibadurrahman (hamba Allah Yang Maha Pengasih) berdo’a, رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا “Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74) Nah itulah doa enteng jodoh yang bisa kamu temukan sejauh ini, baru berdasar teks gubahan   bukan dari Alquran atau sunnah yang shahih, walaupun tidak masalah juga jika ingin dibaca dan bingung harus memakai kalimat seperti apa.  Kami lebih menyarankan agar anda mencoba mengamalkan doa yang berasal dari Quran seperti doa ibadurrohman di atas, mudah-mudahan dengan mengamalkannya Allah berikan kepada anda pasangan hidup dan keturunan yang soleh solehah, menyejukkan hati, menyejukkan pandangan, dan membantu diri kita dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Wallahu A'lam...

Penulis:
Muhammad Aulia Hafidz Al-Majied, Lc.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Enam (6) Kaidah Rasm Utsmani (Kaidah Penulisan Al-Qur'an)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Rasm Utsmani | Khath Utsmani | Rasmul Qur'an Rasm bisa diartikan atsar (bekas), khat (tulisan) atau metode penulisan. Rasm Utsmani atau disebut juga Rasmul Qur’an adalah tata cara penulisan Al-Qur’an yang ditetapkan pada masa khlalifah Utsman bin Affan. Istilah Rasmul Qur’an diartikan sebagai pola penulisan al-Qur’an yang digunakan Ustman bin Affan dan sahabat-sahabatnya ketika menulis dan membukukan Al-Qur’an. Yaitu mushaf yang ditulis oleh panitia empat yang terdiri dari Mus bin zubair, Said bin Al-Ash, dan Abdurrahman bin Al-harits. Mushaf Utsman ditulis dengan kaidah tertentu. Menulis Kaligrafi Al-Qur'an Kaidah rasm utsmani ada 6: 1. Hadzf (الْحَذْف) Hadzf artinya membuang. Nah dalam penulisan Al-Qur’an ada beberapa huruf yang dibuang. Huruf yang dibuang diantaranya alif, wau, ya’, lam dan nun. Contoh wau yang dibuang: اَلْغَاونَ (اَلْغَاوُوْنَ) Contoh ya’ yang dibuang: وَلِيَ دِيْنِ (دِيْنِيْ) Contoh lam yang dibuang: ...

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan Hujjatul Islam (argumentator Islam) karena jasanya yang besar di dalam menjaga Islam dari pengaruh ajaran bid’ah dan aliran rasionalisme Yunani. Beliau lahir pada tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di Ghazalah, suatu kota kecil yang terlelak di Thus wilayah Khurasan yang waktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan di dunia Islam. Para Ulama nasab berselisih pendapat dalam penyandaran nama Imam Ghazali ra, sebagian mengatakan, bahwa penyandaran nama beliau kepada daerah Ghazalah di Thus tempat kelahiran beliau ini dikuatkan oleh Al-Fayumi dalam Mishbahul Munir, penisbatan ini kepada salah seorang keturunan Imam Ghazali yaitu Majdudin Muhammad bin Muhammad bin Muhyiddin Muhammad bin Abi Thohir Syarwan Syah bin Abul Fadhl bin Ubaidillah, anaknya Sitti Al-Mana Binti Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali yang mengatakan: “...