Langsung ke konten utama

Sholat Rowatib (Qobliyah dan Ba'diyah)

Sholat fardhu atau sholat wajib 5 waktu yaitu sholat subuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya adalah ibadah sholat yang wajib dikerjakan oleh umat muslim.

Namun sebelum dan sesudah mengerjakan sholat wajib tersebut terdapat ibadah sholat sunnah yang bisa dikerjakan oleh umat muslim. Ibadah sholat sunnah tersebut adalah sholat sunnah Rawatib yang memiliki keutamaan dan manfaat luar biasa bagi yang mengerjakannya.

Sholat Rowatib ialah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudahnya sholat wajib 5 waktu atau sholat fardhu.

Dari Abdullah ibn Umar Radhiyallahu ‘anhu, berkata:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ

Artinya:

“Aku pernah shalat bersama Rasulullah Saw dua rakaat sebelum shalat zuhur, dua rakaat sesudah shalat zuhur, dua rakaat sesudah shalat Jumat, dua rakaat sesudah shalat maghrib dan dua rakaat sesudah shalat isya.”

Sholat sunnah Rawatib dikerjakan sebelum atau sesudah sholat fardhu dengan jumlah rakaat sebanyak 2 rakaat.

Jadi dalam sholat sunnah Rawatib terdapat 2 macam sholat sunnah yang dikerjakan sebelum sholat fardhu yang disebut “Qobliyah” dan yang dikerjakan sesudah sholat fardhu yang disebut “Ba’diyah”.

Sholat Rawatib Qobliyah

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, sholat Rawatib Qobliyah adalah sholat Rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardhu.

Namun tidak semua dalam sholat fardhu boleh mengerjakan sholat sunnah Rawatib. Ada waktu yang boleh dan tidak boleh mengerjakan sholat sunnah Rawatib Qobliyah tersebut.

Waktu yang boleh mengerjakan sholat Rawatib Qobliyah adalah sebelum waktu sholat Subuh, Dhuhur, Ashar dan Isya.

Untuk waktu sholat Maghrib dilarang untuk mengerjakan sholat Rawatib Qobliyah. Hal ini dikarenakan pada waktu tersebut terdapat waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat. Yaitu waktu yang bertepatan dengan tenggelamnya matahari.

Beberapa sholat Rawatib Qobliyah diantaranya:

  • 2 rakaat sebelum sholat Subuh.
  • 2 atau 4 rakaat sebelum sholat Dhuhur.
  • 2 rakaat sebelum sholat ashar.
  • 2 rakaat sebelum sholat Isya.

Sholat Rawatib Ba’diyah

Sholat Rawatib Ba’diyah adalah sholat Rawatib yang dikerjakan sesudah sholat fardhu.

Sama seperti sholat Rawatib Qobliyah, Ada waktu sesudah sholat fardhu yang boleh dan tidak boleh mengerjakan sholat sunnah Rawatib Ba’diyah.

Waktu yang boleh mengerjakan sholat Rawatib Ba’diyah adalah sesudah waktu sholat Dhuhur, Maghrib dan Isya.

Untuk waktu sholat Subuh dan Ashar dilarang untuk mengerjakan sholat Rawatib Ba’diyah. Hal ini dikarenakan pada waktu tersebut terdapat waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat. Yaitu waktu yang bertepatan dengan terbitnya dan tenggelamnya matahari.

Beberapa sholat Rawatib Ba’diyah diantaranya:

  • 2 rakaat sesudah sholat Dhuhur.
  • 2 rakaat sesudah sholat Maghrib.
  • 2 rakaat sesudah sholat Isya.

Hukum Sholat Rawatib

Sholat sunnah Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah hukumnya ada yang sunnah mu’akad dan ada yang ghairu mu’akad.

maksud dari hukum sholat Rawatib ini adalah ada yang sangat ditekankan betul-betul untuk dikerjakan dan ada yang biasa saja alias tidak ditekankan untuk dkerjakan.

Sholat sunnah Rawatib yang sangat ditekankan untuk dikerjakan diantaranya:

  • 2 rakaat sebelum Shubuh.
  • 2 atau 4 rakaat sebelum Dhuhur.
  • 2 rakaat sesudah Dhuhur.
  • 2 rakaat sesudah Maghrib.
  • 2 rakaat sesudah Isya.

Di antara sholat sunnah Rawatib yang paling ditekankan untuk dikerjakan dan paling baik adalah sholat Qobliyah Subuh dan ada yang berpendapat ditambah lagi Ba’diyah Maghrib.

Selain sholat sunnah Rawatib terdapat sholat sunnah yang berurutan dengan sholat Rawatib dan memiliki keutamaan dan pahala yang besar.

Sholat sunnah itu adalah sholat sunnah dua rakaat sebelum masuknya waktu shubuh yang disebut dengan sholat sunnah fajar.

Niat Sholat Rawatib

Seperti sholat-sholat sunnah lainnya, dalam mengerjakan sholat sunnah Rawatib juga diawali dengan bacaan niat sholat Rawatib. Berikut niat sholat sebelum Subuh yang sunnah Mu’akad yaitu sholat sunnah Rawatib yang ditekankan untuk dikerjakan.

1. Niat Sholat Rawatib Sebelum Subuh


Bacaan Niat Sholat Rawatib Sebelum Subuh Arab

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Rawatib Sebelum Subuh Latin

“Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala”.

Arti Niat Sholat Rawatib Sebelum Subuh

“Aku niat mengerjakan sholat Sunnah sebelum Subuh 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala”.

2. Niat Sholat Rawatib Sebelum Dhuhur

Bacaan Niat Sholat Rawatib Sesudah Dhuhur Arab

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى


Bacaan Niat Sholat Rawatib Sesudah Dhuhur Latin

“Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala”.

Arti Niat Sholat Rawatib Sesudah Dhuhur

Aku niat mengerjakan sholat Sunnah sesudah Dhuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala”.

4. Niat Sholat Rawatib Sesudah Maghrib

Bacaan Niat Sholat Rawatib Sesudah Maghrib Arab

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Rawatib Sesudah Maghrib Latin

“Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala”.

Arti Niat Sholat Rawatib Sesudah Maghrib

Aku niat mengerjakan sholat Sunnah sesudah Maghrib 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala”.

5. Niat Sholat Rawatib Sesudah Isya

Bacaan Niat Sholat Rawatib Sesudah Isya

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Rawatib Sesudah Isya

“Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala”.

Arti Niat Sholat Rawatib Sesudah Isya

Aku niat mengerjakan sholat Sunnah sesudah Isya 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Sholat Rawatib

Tata cara sholat Rawatib sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut tata cara sholat Rawatib yang terdiri dari 2 rakaat.

Rakaat pertama:

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram, diikuti dengan membaca doa iftitah
  3. Membaca surah Al Fatihah
  4. Membaca surah dari Al Quran(Dianjurkan Membaca surah Al Kafirun)
  5. Melakukan Rukuk dengan tuma’ninah
  6. Iktidal dengan tuma’ninah
  7. Melakukan Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Melakukan sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

Rakaat Kedua:

  1. Membaca surah Al Fatihah
  2. Membaca surah dari Al Quran (Dianjurkan Membaca surah Al Ikhlas)
  3. Melakukan Rukuk dengan tuma’ninah
  4. Iktidal dengan tuma’ninah
  5. Melakukan Sujud dengan tuma’ninah
  6. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  7. Melakukan sujud kedua dengan tuma’ninah
  8. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  9. Mengucapkan salam sambil menoleh kekanan dan kekiri

Untuk bacaan tiap rukun sholat Rawatib adalah sama dengan bacaan sholat wajib 5 waktu.


Bacaan Surah Al Quran yang Dibaca Pada Saat Mengerjakan Sholat Rawatib

Pada dua macam sholat sunnah Rawatibyaitu sholat Rawatib Qobliyah Subuh dan Sholat Rawatib Ba’diyah Maghrib dianjurkan untuk membaca surah-surah tertentu dalam Al Quran.

Surah yang dianjurkan untuk dibaca sesudah surah Al Fatihah adalah:

  • Pada rakaat pertama membaca surah Al-Kafirun.
  • Pada rakaat kedua membaca surah Al-Ikhlas.

Sesuai dengan hadist riwayat Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu:

“Bahwasanya Rasulullah pada shalat sunnah sebelum subuh membaca surah Al Kaafirun dan surah Al Ikhlas.” (HR. Muslim no. 726).

“Saya sering mendengar Rasulullah ketika beliau membaca surah pada sholat sunnah sesudah maghrib: Surah Al Kafirun dan surah Al Ikhlas. (HR. At-Tirmidzi no. 431, Ibnu Majah no. 1166).

Jadi bacaan surah Al Kafirun dan surah Al Ikhlas sangat dianjurkan untuk dibaca setelah membaca surah Al Fatihah ketika mengerjakan sholat Rawatib.

Sedangkan shalat sunnah Rawatib yang lain membaca surat apa saja tidak ada yang ditekankan, artinya surat apa saja dibolehkan.

Untuk sholat Rawatib Qobliyah Subuh apabila selesai mengerjakan alangkah sempurnanya melakukan dzikir bacaan dibawah ini (dibaca 3x)

اَللهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَمِيْكائِيْلَ وَمُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

“Allahumma rabba jibrila wa israfila wa mika-ila wamuhammadinin-nabiyyi, a’udzubika minan-nar.”

Artinya:

“Ya Allah, Tuhannya malaikat Jibril, malaikat Israfil, malaikat Mikail dan Tuhannya nabi Muhammad saw, aku mohon perlindungan-Mu dan siksa api neraka.”

Selain itu setelah selesai melakukan sholat sunnah Rawatib apabila masih ada waktu hendaknya membaca dzikir dibawah ini (kecuali shalat sunnah Qabliyah shubuh yang diatas tadi).

أَسْتَغْفِرُ الله الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Astaghfirullah alladzi laa ilaha illa Huwal Hayyul Qayyum Wa atuubu ilaih.”

Artinya:

“Aku mohon pengampunan kepada Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia, Dia yang hidup dan tegak karena Dzat-Nya sendiri, kepada Dialah aku bertaubat.”

Keutamaan Sholat Rawatib

1. Akan Dibuatkan Rumah di Surga oleh Allah

Bagi umat muslim yang rajin mengerjakan sholat Rawatib sebanyak 12 rakaat dalam sehari baik itu sholat Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah, maka Allah akan membuatkan rumah di surga.

Rasulullah Bersabda:

مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً سِوَى الْفَرِيضَةِ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Artinya:

“Barang siapa yang mengerjakan shalat (sunnah Rawatib) dua belas rakaat sehari semalam, dibuat baginya oleh Allah rumah di dalam surga.” (Hadits Muslim, dari Ummu Habibah).

2. Dijauhkan dari Siksa Api Neraka

Bagi yang rajin mengerjakan sholat Rawatib, maka akan dijauhkan dari siksa api neraka

Hadist Rasulullah:

مَنْ حَا فَظَ عَلَى اَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَاَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ الله عَلَى النَّارِ

Artinya:

“Dari Ummu Habibah Ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda: siapa yang memelihara (rajin) mengerjakan shalat empat rakaat sebelum zhuhur dan empat rakaat sesudahnya maka Allah akan mengharamkannya dari api neraka.” (H.R Abu Daud Dan Turmudzi)

3. Sholat Sunnah Rawatib Sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya

Bagi yang mengerjakan sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa. Karena ketika mengerjakan sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh ini akan lebih baik dari dunia dan seisinya.

Hadist Rasulullah:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الذُّنْيَا وَمَا فِيْهَا ،لَهُمَا

Artinya:

“Dari Aisyah Ra. dari Rasulullah beliau bersabda, “Dua rakaat sholat sunnah yang dikerjakan sebelum subuh itu semua akan lebih baik daripada dunia dan seisinya.”(HR.Muslim).

والله أعلم

Demikian ulasan tentang Tentang Shokat Rowatib yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu. Semoga Allah senantiasa memudahkan Anda untuk bisa mengerjakan sholat Rowatib ini,

آمين يارب العالمين


Penulis: 

M Aulia Hafidz Al-Majied,Lc.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Enam (6) Kaidah Rasm Utsmani (Kaidah Penulisan Al-Qur'an)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Rasm Utsmani | Khath Utsmani | Rasmul Qur'an Rasm bisa diartikan atsar (bekas), khat (tulisan) atau metode penulisan. Rasm Utsmani atau disebut juga Rasmul Qur’an adalah tata cara penulisan Al-Qur’an yang ditetapkan pada masa khlalifah Utsman bin Affan. Istilah Rasmul Qur’an diartikan sebagai pola penulisan al-Qur’an yang digunakan Ustman bin Affan dan sahabat-sahabatnya ketika menulis dan membukukan Al-Qur’an. Yaitu mushaf yang ditulis oleh panitia empat yang terdiri dari Mus bin zubair, Said bin Al-Ash, dan Abdurrahman bin Al-harits. Mushaf Utsman ditulis dengan kaidah tertentu. Menulis Kaligrafi Al-Qur'an Kaidah rasm utsmani ada 6: 1. Hadzf (الْحَذْف) Hadzf artinya membuang. Nah dalam penulisan Al-Qur’an ada beberapa huruf yang dibuang. Huruf yang dibuang diantaranya alif, wau, ya’, lam dan nun. Contoh wau yang dibuang: اَلْغَاونَ (اَلْغَاوُوْنَ) Contoh ya’ yang dibuang: وَلِيَ دِيْنِ (دِيْنِيْ) Contoh lam yang dibuang: ...

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan Hujjatul Islam (argumentator Islam) karena jasanya yang besar di dalam menjaga Islam dari pengaruh ajaran bid’ah dan aliran rasionalisme Yunani. Beliau lahir pada tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di Ghazalah, suatu kota kecil yang terlelak di Thus wilayah Khurasan yang waktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan di dunia Islam. Para Ulama nasab berselisih pendapat dalam penyandaran nama Imam Ghazali ra, sebagian mengatakan, bahwa penyandaran nama beliau kepada daerah Ghazalah di Thus tempat kelahiran beliau ini dikuatkan oleh Al-Fayumi dalam Mishbahul Munir, penisbatan ini kepada salah seorang keturunan Imam Ghazali yaitu Majdudin Muhammad bin Muhammad bin Muhyiddin Muhammad bin Abi Thohir Syarwan Syah bin Abul Fadhl bin Ubaidillah, anaknya Sitti Al-Mana Binti Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali yang mengatakan: “...