Langsung ke konten utama

Pengurus Masjid Aulia Al-Ziyadah


Masjid Aulia Al-Ziyadah
Pembagian Tugas Para Anggota Pengurus Masjid

I. KETUA

Memimpin dan mengendalikan kegiatan para anggota pengurus dalam melaksanakan tugasnya, sehingga mereka tetap berada pada kedudukan atau fungsinya masing-masing;


Mewakili organisasi ke luar dan ke dalam


Melaksanakan program dan mengamankan kebijaksanaan pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku;


Menandatangani surat-surat penting, termasuk surat atau nota pengeluaran uang/ dana/ harta kekayaan organisasi;


Mengatasi segala permasalahan atas pelaksanaan tugas yang dijalankan oleh para pengurus;


Mengevaluasi semua kegiatan yang dilaksanakan oleh para pengurus; dan


Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan seluruh tugas organisasi kepada jamaah.


II. WAKIL KETUA

Mewakili ketua apabila yang bersangkutan tidak hadir atau tidak ada di tempat;


Menbantu ketua dalam menjalankan tugasnya sehari-hari;


Melaksanakan tugas atau program tertentu berdasarkan musyawarah; dan


Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.


III. SEKRETARIS

Mewakili ketua dan wakil ketua apabila yang bersangkutan tidak hadir atau tidak ada di tempat;


Menberikan pelayanan teknis dan administrative;


Membuat dan mendistribusikan undangan;


Membuat daftar hadir rapat/ pertemuan;


Mencatat dan menyusun notulen rapat/ pertemuan; dan


Mengerjakan seluruh pekerjaan secretariat, yang mencakup:


a. membuat surat menyurat dan pengarsipannya;

b. memelihara daftar jamaah/ guru ngaji/ majelis taklim;

c. membuat laporan organisasi (bulanan, triwulan, dan tahunan) termasuk musyawarah-musyawarah pengurus dan masjid (musyawarah jamaah);

7.   Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua/ wakil ketua.

IV. WAKIL SEKRETARIS

Mewakili sekretaris apabila yang bersangkutan tidak hadir atau tidak ada di tempat;


Membantu sekretaris dalam menjalankan tugasnya sehari-hari; dan


Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan    tugasnya kepada sekretaris.


V. BENDAHARA

1.   Memegang dan memelihara harta kekayaan oragnisasi, baik berupa uang, barang-barang investaris, maupun tagihan;

2.   Merencanakan dan mengusahakan masuknya dana masjid serta mengendalikan pelaksanaan Rencana Anggaran Belanja Masjid sesuai dengan ketentuan;

3.   Menerima, menyimpan, dan membukukan keungan, barang, tagihan, dan surat-surat berharga;

4.   Mengeluarkan uang sesuai dengan keperluan atau kebutuhan berdasarkan persetujuan ketua;

5.   Menyimpan surat bukti penerimaan dan pengeluaran uang,

6.   Membuat laporan keuangan rutin atau pembangunan (bulanan,  triwulan, dan tahunan) atau laporan khusus; dan

7.   Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.

VI. WAKIL BENDAHARA

Mewakili bendahara apabila yang bersangkutan tidak hadir atau tidak ada di tempat;


Membantu bendahara dalam menjalankan tugasnya sehari-hari; dan


Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada bendahara.


VII. SEKSI PENDIDIKAN DAN DAKWAH

Merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan pendidikan dan dakwah yang meliputi:


a)    Peringatan hari besar Islam, kegiatan majelis taklim dan pengajian-pengajian;

b)    Jadwal imam dan khatib Jum’at;

c)    Jadwal muazin dan bilal Jum’at;

d)    Shalat Idul Fitri dan Idul Adha;

2.  Mengkoordinir kegiatan shalat Jum’at:

a)  Mengumumkan petugas khatib, imam, muazin, dan bilal Jum’at;

b)  Mengumumkan kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan unit kerja intern dan ekstern

c)  Mengendalikan kegiatan remaja masjid, ibu-ibu, dan anak-anak;

d)  Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua; dan

e)  Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.

VIII. SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN

Merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemeliharaan masjid yang meliputi:


a)    Membuat program pembangunan masjid dan rehabilitasinya;

b)    Membuat rencana anggaran pembangunannya dan gambar bangunannya; dan

c)    Melaksanaan kegiatan pembangunan/ rehabilitasi sesuai dengan program.

Mengatur kebersihan, keindahan, dan kenyamanan di dalam dan di luar masjid;


Memelihara sarana dan prasarana masjid;


Mendata kerusakan sarana dan prasarana masjid dan mengusulkan perbaikannya atau penggantiannya;


Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua; dan


Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelakasanaan tugasnya kepada ketua.


IX. SEKSI PERALATAN DAN PERLENGKAPAN

Merencanakan, mengatur, dan menyiapkan peralatan yang meliputi:


a)    Menginvestarisasi harta kekayaan masjid;

b)    Menyiapkan pengadaan peralatan untuk kelancaran kegiatan masjid;

c)    Mendata barang-barang yang rusak atau hilang dan menyusun rencana pengadaannya atau penggantinya; dan

d)    Mengatur dan melengkapi sarana dan prasarana perpustakaan masjid;

Melasanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua; dan


Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.


X. SEKSI SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN

1.  Merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan social dan

kemasyarakatan yang meliputi:

a)  Santunan kepada yatim piatu, janda, jompo, dan orang terlantar

b)  Khitanan massal

c)  Pernikahan

d)  Kematian

e)  Qurban/ akikah;

2.  Melakukan koordinasi dengan pengurus RT/RW dan pemuka agama/ tokoh masyarakat dalam pelaksanaan tugas;

3.  Melaksanakan kegiatan khusus yang diberikan oleh ketua;

4.  Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.

XI. PEMBANTU UMUM (KOORDINATOR UMUM)

Membantu secara umum kelancaran kegiatan pengurus masjid yang meliputi:

a)    Penyampaian undangan;

b)    Mengumpulkan infak/ sedekah/ amal jariah/ zakat;

c)    Mengajak warga masyarakat memakmurkan masjid;

d)    Kegiatan-kegiatan lain (seperti penyuluhan dari pemerintah); dan

e)    Sebagai penghubung organisasi dengan jamaah/ masyarakat dan sebagainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Mengenal Tujuh (7) Imam Qira'ah Sab'ah • Biografi 7 Imam Sab'ah

Biografi 7 Imam Qiraat Sab’ah Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Ada yang pernah mendengar istilah qiraat sab'ah? Qiraat sab'ah adalah 7 ragam bacaan Al-Quran yang tentunya sampai kepada Nabi Muhammad saw. Ada 7 qurra atau ahli qiraat yang paling masyhur dan paling banyak digunakan. Ketujuh imam ini memegang peranan penting dalam qiraat Al-Qur’an hingga bisa sampai kepada kita. Perlu diketahui bahwa qiraat yang digunakan oleh kaum muslimin Indonesia adalah Imam ‘Ashim riwayat Hafsh. Jika kita ke beberapa negara di timur tengah maka akan mendapati beberapa bacaan yang sedikit berbeda dengan bacaan kita. Namun perbedaan itu hanyalah sekadar dialek saja bukan pada makna dari ayat. 1. Ibnu 'Amir (118 H) Nama lengkapnya adalah Abdullah Al-Yahshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi'in, belajar qira'at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab Al-Mahzumy dari Utsman bin A...

Doa yang Diajarkan Nabi kepada Abu Bakar untuk Diamalkan Sehari-hari

Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq merupakan sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah. Namun beliau tetap meminta diajarkan doa kepada Rasulullah yang bisa diamalkan sehari-hari. Sebagaimana dalam kitab Shahih Bukhari-Muslim, diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash, dari Abu Bakar Siddiq ra bahwa dia berkata kepada Rasulullah saw, “Ajarkanlah kepadaku doa, yang aku ucapkan di dalam shalatku.” Beliau bersabda, “Bacalah; اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي  ظَلَمْتُ كَثِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ  إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Allahumma inni dhalamtu nafsii dhulman katsiiraw wa laa yaghffirudh dhunuba illaa anta faghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta, fhaghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta al-ghafurur rahiim “Ya Allah, sungguh aku menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang sangat dan tidak ada yang mampu memberikan pengampunan kecuali Engkau ...