Langsung ke konten utama

FADHILLAH AYAT 15

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM)

فضيلة آية ١٥

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الۤمّۤ ﴿3:1﴾ اللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ﴿3:2﴾

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَآئِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿3:18﴾

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ ﴿40:62﴾

وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَىٰ ۗ بَل لِّلَّهِ الْأَمْرُ جَمِيعًا ۗ أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا أَن لَّوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا ۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُم بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِّن دَارِهِمْ حَتَّىٰ يَأْتِيَ وَعْدُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ ﴿13:31﴾

إِنَّمَآ أَمْرُهُۥۤ إِذَآ أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ ﴿36:82﴾

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿1:2﴾

بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ ﴿50:15﴾

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿50:4﴾

إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ ﴿58:21﴾

اللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ ﴿64:13﴾

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا﴿65:3﴾

وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا ﴿72:28﴾

رَّبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا ﴿73:9﴾

لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا ﴿78:38﴾

مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُۥ ﴿80:18﴾ مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُۥ فَقَدَّرَهُۥ ﴿80:19﴾

ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ ﴿81:21﴾ مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ ﴿81:22﴾

وَاللَّهُ مِنْ وَرَآئِهِمْ مُحِيطٌ ﴿85:20﴾ بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ ﴿85:21﴾ فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ ﴿85:22﴾

وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

FADHILLAT :

1. Barangsiapa membacanya pada ketika ia ketakutan, nescaya Allah akan mengamankannya.

2. Barangsiapa membacanya pada ketika ia berhajat, nescaya Allah akan menunaikannya.

3. Barangsiapa membacanya pada ketika ia keluar musafir, nescaya Allah kembalikan dia ke tempat asalnya sebelum dia mati.

4. Barangsiapa membacanya bagi menjaga diri, roh dan harta daripada gangguan manusia, jin atau binatang, nescaya Allah akan memelihara kesemuanya.



TERJEMAHAN :

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup Kekal lagi Maha Mengurus. (3:1-2)

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Disokong oleh para Malaikat dan orang-orang yang berilmu. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (3:18)

Yang bersifat demikian ialah Allah, Tuhan kamu; Yang Maha Menciptakan tiap-tiap sesuatu (daripada tiada kepada ada); tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; maka Bagaimana kamu dapat dipalingkan (daripada menyembahnya)? (40:62)

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi terbelah atau oleh kerananya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara (tentulah manusia akan membenarkan Al Quran). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir akan senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan memungkiri janji. (13:31)

Sesungguhnya apabila Allah menghendaki sesuatu hanyalah seumpama Dia berkata kepadanya: Jadilah! Maka terjadilah ia. (36:82)

Segala puji-pujian hanyalah untuk Allah, Tuhan sekelian alam. (1:2)

Sebenarnya manusia itu dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru. (50:15)

Sedang Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (57:4)

Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa. (58:21)

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin senantiasa bertawakkal hanya kepada Allah. (64:31)

Kerana barangsiapa bertawakkal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan baginya (segala keperluan). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya (menurut KehendakNya). Sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi tiap-tiap sesuatu taqdir ketentuan. (65:3)

Sedang (sebenarnya) ilmu Allah meliputi apa yang ada pada manusia, dan Dia menghitung segala sesuatu itu satu persatu. (72:28)

(Allah adalah) Tuhan baik di Timur mahupun di Barat, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Allah sahaja sebagai Pelindung. (73:9)

(Di akhirat nanti) tiada manusia yang dapat berkata-kata kecuali orang yang dizinkan Tuhan yang Maha Pemurah; maka dia hanya mampu mengucapkan kata-kata yang benar sahaja. (78:38)

(Dia akan ditanya) daripada apakah Allah menciptakannya? (Maka dia akan menjawab) dari setitis air mani (yang hina), lalu Allah menciptakannya lalu menetapkan (taqdir ketentuan buat)nya. (80:18-19)

(Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar adalah kata-kata Allah yang dibawa oleh utusan yang mulia) yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan Tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, yang dipatuhi sepenuhnya di sana lagi dipercayai. (81:20-21)

Padahal Allah berkuasa (dengan berkat bacaan Al-Quran, menghantar tenteranya menyerang mereka) dari belakang mereka (yakni tanpa mereka sedari). Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, yang (tersimpan sempurna) di Lauh Mahfuzh. (85:20-22)

Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan izin Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Sholawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.
***
Wallohu A'lam...

Penulis :

M Aulia Hafidz Al-Majied, Lc.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Enam (6) Kaidah Rasm Utsmani (Kaidah Penulisan Al-Qur'an)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Rasm Utsmani | Khath Utsmani | Rasmul Qur'an Rasm bisa diartikan atsar (bekas), khat (tulisan) atau metode penulisan. Rasm Utsmani atau disebut juga Rasmul Qur’an adalah tata cara penulisan Al-Qur’an yang ditetapkan pada masa khlalifah Utsman bin Affan. Istilah Rasmul Qur’an diartikan sebagai pola penulisan al-Qur’an yang digunakan Ustman bin Affan dan sahabat-sahabatnya ketika menulis dan membukukan Al-Qur’an. Yaitu mushaf yang ditulis oleh panitia empat yang terdiri dari Mus bin zubair, Said bin Al-Ash, dan Abdurrahman bin Al-harits. Mushaf Utsman ditulis dengan kaidah tertentu. Menulis Kaligrafi Al-Qur'an Kaidah rasm utsmani ada 6: 1. Hadzf (الْحَذْف) Hadzf artinya membuang. Nah dalam penulisan Al-Qur’an ada beberapa huruf yang dibuang. Huruf yang dibuang diantaranya alif, wau, ya’, lam dan nun. Contoh wau yang dibuang: اَلْغَاونَ (اَلْغَاوُوْنَ) Contoh ya’ yang dibuang: وَلِيَ دِيْنِ (دِيْنِيْ) Contoh lam yang dibuang: ...

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan Hujjatul Islam (argumentator Islam) karena jasanya yang besar di dalam menjaga Islam dari pengaruh ajaran bid’ah dan aliran rasionalisme Yunani. Beliau lahir pada tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di Ghazalah, suatu kota kecil yang terlelak di Thus wilayah Khurasan yang waktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan di dunia Islam. Para Ulama nasab berselisih pendapat dalam penyandaran nama Imam Ghazali ra, sebagian mengatakan, bahwa penyandaran nama beliau kepada daerah Ghazalah di Thus tempat kelahiran beliau ini dikuatkan oleh Al-Fayumi dalam Mishbahul Munir, penisbatan ini kepada salah seorang keturunan Imam Ghazali yaitu Majdudin Muhammad bin Muhammad bin Muhyiddin Muhammad bin Abi Thohir Syarwan Syah bin Abul Fadhl bin Ubaidillah, anaknya Sitti Al-Mana Binti Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali yang mengatakan: “...