Langsung ke konten utama

Doa Aqiqoh

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ. ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ. ﺍﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﻧُﻮْﺭُ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﻧُﻮْﺭُ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲِ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ، ﺍﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺳِﺮُّ ﺍﻟﻠﻪ ﻧُﻮْﺭُ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ. ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦ


Rambut yang dicukur itu ditimbang dengan emas dan emas seberat rambut bayi itu diberikan kepada fakir-miskin sebagai shadaqah (kalau sanggup bukan wajib). Dalam penyembelihan aqiqah dan pencukuran rambut inilah bayi tersebut diberi nama yang baik, sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut: 


قاَلَ النَّبِيَ صليَ اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ ׃ ٳنَّ مِنْ حَقِّ الوَالِدِ عَلَي الْوَلَدِهٖ ﺃَنْ يُّعَلّلِمَهُ الكِتَابَة َ وَﺃَنْ يُحَسِنُ ٳِسْمُهٗ وﺃَنْ يُزَوِّجَهٗ ٳِذّا بَلَغَ٠ رواه ابن انّجار


Sabda Nabi SAW: Sesungguhnya diantara kewajiban orang tua terhadap anaknya mengajarinya menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya bila telah dewasa. (H.R. Ibnu Najar).


Berikut tata cara pemberian nama bayi secara kronologis:


Apabila dilengkapi dengan pembacaan kitab Maulid al-Barzanji1, maka sesudah bacaan Maulid al-Barzanji:


وَلَمّا تَمَّ مِنْ حَمْلِه ٠٠٠ وٲَخَذَهَا مُخَاضُ نَوَلَدَتْهُ صَلَي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُوْرًا يَتَلَٲْلَٲُ سَنَهُ ٠


Lalu diadakan marhaba sesudah itu disambung bacaan Maulid al-Barzanji sampai dengan wakaana akhir. Dan apabila dilakukan tanpa pembacaan kitab Maulid al-Barzanji, maka langsung ke item 2.


Sebelum berdoa anak tersebut dihadirkan di tengah-tengah majelis di hadapan yang akan memberi nama. Dan yang akan memberi nama memegang kepala anak itu lalu membaca:Ta’awudz, surat al Ikhlash, surat al Falaq dan surat an Naas.Mengucapkan lafadz untuk memberi nama anak sebagai berikut:


سَمَّيْتُكَ ﴿سَمَّيْنَكَ﴾ بِالْٳِسْلَامِ الّذِي سَمَّاكَ بِهِ اللهِ ٠٠٠ بن ٠٠٠٠ الْفَاتِحَة

Sammaytuka (sammaynaka) bi l-islaami lladziy sammaaka bihi LLaahi ... bin ... Al Faatihah



Jika anak perempuan:

سَمَّيْتُكِ ﴿سَمَّيْنَكِ﴾ بِالْٳِسْلَامِ الّذِي سَمَّاكِ بِهِ اللهِ ٠٠٠ بنت ٠٠٠٠ الْفَاتِحَة

Sammaytuki (sammaynaki) bi l-islaami lladziy sammaaka bihi LLaahi ... binti ... Al Faatihah 
Semua yang hadir membaca: الْفَاتِحَة


Kemudian yang menamai membaca/ mengucapkan:


الفاتحة بِٲَنَّ اللهَ يَجْعَلُ اسْمًهٗ ﴿هَا﴾ مُبَارَكًا لَہٗ ﴿هَا﴾ الفاتحة


Al-Faatihatu bi-annaLLaaha yaj'alusmahu (ha) mubaarakan lahu (laha). Al Faatihah


Semua yang hadir membaca al Faatihah.Kemudian yang memberi nama mengucapkan:


الفاتحة بِٲَنَّ اللهَ يُطَوِّلُ عُمْرَہٗ ﴿هَا﴾ فِيْ طٰاعَةِ اللہِ وَ طٰاعَةِ الرَّسُوْلِ وَفِيْ سِحَّةٍ وَسَلَامَةٍ الفاتحة


Al-Faatihatu bi-annaLLaaha yuthawwilu 'umrahu (ha) fiy thaa'atillaahi wa thaa'atir-Rasuli wa fiy sihhatin wa salaamah.


Kemudian ditutup dengan bacaan doa (Berdo'a).Pembacaan doa, berikut contoh do’a yang dibaca:


دُعاءُ


بٍسْمٍ اللہِ الرّحْمٰنِ الرّحِيْم


الْحَمْدُللهِ رَبِّ الْعالميْنَ حمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَہٗ وَيُكَافِيْ مَزِيْدَة يَاربَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْم وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ .اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰىْ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهٖ وَاَصْحَابِہٖ اَجْمَعِيْنَ اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هٰذَاالٳِسْلامَ مُبَارَكًالَّہٗ وَاجْعَلْ بِطَاعَتِكَ اشْتِغَالَهٗ وَبِمَا يُرْضِيْكَ عَمَالَہٗ بِطَلَبِ عِلْمِكَ اجْتِهَادَهٗ وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ اَجَالَہٗ اللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهٗ فِيْ طَاعَتِكَ وَطَاعَتِ رَسُوْلِكَ وَصَحِّحْ جَسَدَہٗ فِيْ سِحَّةٍ وَععَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ وَنَوِّرْ قَلْبَهٗ وَثَبِّتْ اِيْمَانَہٗ وَارْزُقْهُ رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا مُبَارَكًا وَاسِعًا وَاِليَ الْخَيْرِ قَرِبْہُ وَعَنِ السَّرِّ اَبْعدْهُ وَبِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرّاحِمِيْنَ رَبّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَّا عَذَابَ النَّارِ وصلي اللهُ علي خير خلقہٖ سيّدنا محمّد وَعَلٰى آلِهٖ وَاَصْحَابِہٖ اَجْمَعِيْنَ سبحان ربّك ربّ العزة عما يصفون وسلام علي المرسلين والحمدللهِ ربّ العالميْنَ

1Kitab Maulid al-Barzanji karya As-Sayyid Ja’far bin Sayyid Hasan bin Sayyid Abdul Karim bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Rasul al-Barzanji adalah seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad Saw. dari keluarga Saadah al-Barzanji yang masyhur berasal dari Barzanji di Iraq. Beliau dilahirkan di Kota Madinah al-Munawwarah pada tahun 1126 H. Dan wafat pada tahun 1317 H/1899 M. Ditahqiq oleh Syeikh Nada Farj Darwisy, dan disimak oleh Institut Pengkajian Akademik Universitas al-Azhar, cetakan Markaz ibn al-Athar li at-Turats, halaman 647-650.


DO’A MENYEMBELIH HEWAN AQIQAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللّهُم‍َّ رَبِّىْ, هَذِهِ عَقِيْقَةُ ... بِنْ.... دَمُهَا بِدَمِهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِ...بن....مِنَ النَّارِ


Artinya: Ya Allah, wahai Tuhanku, hewan ini adalah aqiqah untuk….bin… (sebutkan namanya), dimana darahnya (hewan) adalah menebus darahnya (anak), dagingnya (hewan) untuk menebus dagingnya (anak), tulangnya (hewan) adalah untuk menbus tulangnya (anak), kulitnya (hewan) adalah untuk menebus kulitnya (anak) dan bulunya (hewan) untuk menebus rambutnya (anak). Ya Allah, hendaklah Engkau menjadikan aqiqah ini sebagai tebusan untuk….bin…. (sebutkan namanya) dari neraka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Enam (6) Kaidah Rasm Utsmani (Kaidah Penulisan Al-Qur'an)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Rasm Utsmani | Khath Utsmani | Rasmul Qur'an Rasm bisa diartikan atsar (bekas), khat (tulisan) atau metode penulisan. Rasm Utsmani atau disebut juga Rasmul Qur’an adalah tata cara penulisan Al-Qur’an yang ditetapkan pada masa khlalifah Utsman bin Affan. Istilah Rasmul Qur’an diartikan sebagai pola penulisan al-Qur’an yang digunakan Ustman bin Affan dan sahabat-sahabatnya ketika menulis dan membukukan Al-Qur’an. Yaitu mushaf yang ditulis oleh panitia empat yang terdiri dari Mus bin zubair, Said bin Al-Ash, dan Abdurrahman bin Al-harits. Mushaf Utsman ditulis dengan kaidah tertentu. Menulis Kaligrafi Al-Qur'an Kaidah rasm utsmani ada 6: 1. Hadzf (الْحَذْف) Hadzf artinya membuang. Nah dalam penulisan Al-Qur’an ada beberapa huruf yang dibuang. Huruf yang dibuang diantaranya alif, wau, ya’, lam dan nun. Contoh wau yang dibuang: اَلْغَاونَ (اَلْغَاوُوْنَ) Contoh ya’ yang dibuang: وَلِيَ دِيْنِ (دِيْنِيْ) Contoh lam yang dibuang: ...

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan Hujjatul Islam (argumentator Islam) karena jasanya yang besar di dalam menjaga Islam dari pengaruh ajaran bid’ah dan aliran rasionalisme Yunani. Beliau lahir pada tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di Ghazalah, suatu kota kecil yang terlelak di Thus wilayah Khurasan yang waktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan di dunia Islam. Para Ulama nasab berselisih pendapat dalam penyandaran nama Imam Ghazali ra, sebagian mengatakan, bahwa penyandaran nama beliau kepada daerah Ghazalah di Thus tempat kelahiran beliau ini dikuatkan oleh Al-Fayumi dalam Mishbahul Munir, penisbatan ini kepada salah seorang keturunan Imam Ghazali yaitu Majdudin Muhammad bin Muhammad bin Muhyiddin Muhammad bin Abi Thohir Syarwan Syah bin Abul Fadhl bin Ubaidillah, anaknya Sitti Al-Mana Binti Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali yang mengatakan: “...