Langsung ke konten utama

Daun Bidara Arab-Dalil Al Qur-an dan Hadits

Pohon Bidara" Salah Satu Tanaman Yang Disebutkan Dalam Al-Qur'an


M. Aulia Hafidz Al Majied, SE,.Lc.

Assalamualaikum.wr.wb....
Selamat pagi steemians, apa khabar...???

Apakah kalian pernah mendengar mengenai jenis pohon bidara...?
Pohon bidara adalah pohon kecil yang tumbuh dengan tinggi mencapai 5 - 15 meter.
Pohon ini dapat tumbuh di daerah beriklim tropis, namun pada umum nya pohon bidara juga dapat bertahan hidup di daerah kering.
Walaupun tumbuh di daerah kering, tetapi daun bidara akan tetap berwarna hijau meskipun terkadang terlihat garing.

Awalnya saya tidak tahu banyak mengenai pohon bidara ini, yang saya tahu bahwa salah satu tanaman yang ditakuti oleh bangsa jin menurut Al-Qur'an adalah tanaman bidara. Sebelumnya saya juga belum pernah mencari tahu hal tersebut di Al-Qur'an itu sendiri.
Namun beberapa hari yang lalu, seorang tetangga saya sedang sibuk memetik beberapa lembar daun dari sebuah pohon yang sudah sejak lama tumbuh dihalaman rumahnya.
Rasa penasaran membuat saya langsung menanyakan daun apa yang sedang dipetiknya dan apa kegunaan daun tersebut.

Subhanallah..., ternyata beliau menjelaskan bahwa inilah daun bidara, dan beliau memetik nya untuk anaknya yang baru saja selesai haid.

Saya segera mencari tahu tentang daun bidara dan kahsiatnya untuk wanita yang selesai haid dan pengobatan lainnya, baik penyakit secara medis ataupun non medis.

image

Daun bidara (Arab: sidr) menurut Al-Qur'an dan hadist, serta beberapa manfaatnya

Ada beberapa ayat dalam surat Al-Qur'an yang menjelaskan mengenai daun bidara, diantaranya yakni:

  1. Surat AS-SABA (kehancuran negeri Saba) ayat 16,

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

yang artinya:
”Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon sidr (bidara).”
(Q.S. As-Saba,16).

  1. Surat AL-WAQIAH (hari kiamat) ayat 27-33,

وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ
27.Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
فِي سِدۡرٍ مَّخۡضُودٍ
28.Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
وَطَلۡحٍ مَّنضُودٍ
29.dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
وَظِلٍّ مَّمۡدُودٍ
30.dan naungan yang terbentang luas,
وَمَآءٍ مَّسۡكُوبٍ
31.dan air yang tercurah,
وَفَٰكِهَةٍ كَثِيرَةٍ
32.dan buah-buahan yang banyak,
لَّا مَقۡطُوعَةٍ وَلَا مَمۡنُوعَةٍ
33.yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang

Manfaat daun bidara :

1. Mandi setelah haid (bagi wanita) dan mandi lainnya

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أَسْمَاءَ سَأَلَتِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ غُسْلِ الْمَحِيضِ فَقَالَ « تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَتَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِيدًا حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا الْمَاءَ. ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا فَقَالَتْ أَسْمَاءُ وَكَيْفَ تَطَهَّرُ بِهَا فَقَالَ « سُبْحَانَ اللَّهِ تَطَهَّرِينَ بِهَا ». فَقَالَتْ عَائِشَةُ كَأَنَّهَا تُخْفِى ذَلِكَ تَتَبَّعِينَ أَثَرَ الدَّمِ.

Dari Aisyah: Sesungguhnya Asma' binti Abi Syakl bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai tata cara mandi setelah selesai haid.

Nabi bersabda, “Ambillah air dan daun bidara lalu bersucilah dengan wudu' yang benar, kemudian siramkan air ke atas kepala sambil digosokkan secara benar hingga air sampai ke kulit kepala lalu siramkan air ke badan. Setelah itu ambillah sebagian lembaran kain yang sudah diberi minyak wangi (kasturi) kemudian gunakanlah untuk membersihkan tempat dimana keluarnya darah haid”. Asma’ bertanya, “Bagaimana cara membersihkannya?”. Jawaban Nabi, “Subhanallah, gunakanlah itu untuk membersihkannya”. Aisyah lantas memberikan penjelasan kepada Asma', “Sapukanlah kain tersebut pada tempat keluarnya darah haid” [HR Muslim].

2. Memandikan jenazah

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

Mandikanlah sambil mengguyurkan air yang telah dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kapur barus atau wewangian. (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Mengobati luka goresan dan luka bakar (ringan) dan membantu mempercepat proses penyembuhan nya.

image

image

4. Penangkal dan penyembuhan dari gangguan sihir dan jin.
5. Bahan kosmetik wajah.
6. Anti diabetes
7. Penghilang depresi
8. Meningkatkan nafsu makan
9. Mencegah bakteri dan virus, dan masih banyak lagi.

image

image

image

Sungguh maha besar Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya, yang mengandung banyak manfaat bagi manusia, dan maha benar Allah SWT yang telah mewahyukan firman Nya melalui malaikat Jibril dan disampaikan kepada nabi Muhammad.Saw yang semuanya tertulis lengkap dan sempurna dalam kitab suci Al-Qur'an.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, mohon maaf jika terdapat kesalahan pada penulisan kata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Ini Dia Rahasia dan Keutamaan Membaca Surat Al Waqiah Agar Rezeki Berlimpah

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Ini Dia Rahasia dan Keutamaan Membaca Surat Al Waqi'ah Agar Rezeki Berlimpah Tidak semua manusia punya rezeki yang lancar. Padahal, setiap hari sudah bekerja keras, namun tetap saja rezeki masih kurang. Ada baiknya usaha keras kita diimbangi dengan kegiatan ibadah. Karena, bagaimanapun, rezeki datang dari Allah SWT dan cara menjemputnya adalah dengan memohon melalui ibadah. Sebenarnya, ada amalan yang bisa diterapkan untuk rezekimu yang kurang lancar. Bukan akan kaya, tetapi rezekimu akan selalu tercukupi setiap hari. Caranya, rutinlah membaca Surat Al Waqi’ah. Amalan ini dapat menjadi jalan untuk memperlancar rezeki. Mengutip bersamadakwah.net, ini salah satu keutamaan Surat Al Waqiah yang kita ketahui dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud dan penjelasan para ulama mufassirin. Membaca surat Al Waqiah tiap malam, insya Allah dijauhkan dari kemiskinan. Khalifah Utsman bin Affan bermaksud memberikan sejumlah harta kepada Abdu...

Mengenal Tujuh (7) Imam Qira'ah Sab'ah • Biografi 7 Imam Sab'ah

Biografi 7 Imam Qiraat Sab’ah Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Ada yang pernah mendengar istilah qiraat sab'ah? Qiraat sab'ah adalah 7 ragam bacaan Al-Quran yang tentunya sampai kepada Nabi Muhammad saw. Ada 7 qurra atau ahli qiraat yang paling masyhur dan paling banyak digunakan. Ketujuh imam ini memegang peranan penting dalam qiraat Al-Qur’an hingga bisa sampai kepada kita. Perlu diketahui bahwa qiraat yang digunakan oleh kaum muslimin Indonesia adalah Imam ‘Ashim riwayat Hafsh. Jika kita ke beberapa negara di timur tengah maka akan mendapati beberapa bacaan yang sedikit berbeda dengan bacaan kita. Namun perbedaan itu hanyalah sekadar dialek saja bukan pada makna dari ayat. 1. Ibnu 'Amir (118 H) Nama lengkapnya adalah Abdullah Al-Yahshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi'in, belajar qira'at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab Al-Mahzumy dari Utsman bin A...