Istri yang selalu bermuka masam
Isteri yang selalu bermuka masam kepada suami, itu merupakan tipe istri yang buruk secara mutlak. Kerena ia akan menyebarkan atmosfir kesedihan di dalam rumah. Ia akan membuat kehidupan di dalam rumah menjadi berat. Selain itu, ia telah bersikap berlawanan dengan apa yang diinginkan oleh sang suami dan ditunggu-tunggu darinya. Saat suami pulang kerja dalam kondisi lelah dan lesu, ia sangat berharap bila istrinya menebarkan udara kesejukan dan yang membangkitkan semangat di rumahnya. Yaitu dengan keceriaan senyum yang manis, wajah yang berseri seri, sikapoptimis dalam hidup. Sebab, seorang suami itu bila pulang ke rumah yang di dalamnya istrinya berseri-serti, ia akan lupa dari kelelahannya. Ia akan merasa bahagia. Mereka berdua akan saling meberikan kekuatan dan kemampuan untuk menjalani pertarungan hidup.
Adapun istri yang selalu bermuka masam, maka ia akan membentuk kebalikan itu semua pada suaminya. Ia akan membuat suaminya merasa patah semangat bila di rumah. Kesedihannya lebih parah daripada apa yang ia rasakan daripada kepenatan bekerja, persaingan bisnis, dan pertarungan hidup. Selain itu, ia akan memberikan kesempatan bagi suaminya untuk beristirahat, bernafas lega, memperbaharui tenaga dan perasaan. Meski hanya sedikit tentang keindahan hidup.
Lebih dari itu, tersenyum merupakan pemandangan terbaik pada wajah wanita di dunia ini. Wanita yang kedua matanya berbinar-binar dan gigi serinya terlihat dalam senyuman yang menampakkan kegembiraan, dan bicaranya menandakan kebahagiaan dan keceriaan. Semangat yang tinggi ia nampakkan di depan suaminya dengan puncak kecerahan, keindahan, dan kehangatan sambutan. Meskipun sedang mendapatkan musibah, ia tetap menampakkan kegembiraan dan kecantikan. Sebab senyum adalah cahaya yang memancarkan keanggunan, keindahan, semangat, keceriaan hidup dan perasaan pada setiap titik wajah wanita, bahwa sesuatu yang berbahagia telah memenuhi setiap ruang udara.
Selalu cemberut yang terlihat di wajah istri akan menghapus keindahannya-meski sebenarnya ia cantik dan akan menutupi kepribadiannya. Ia akan membuatnya tampak sedih dan terkesan seperti berada dalam keburukan. Ia akan terlihat seperti berada dalam kesedihan yang menghimpit dada.
Sikap optimis akan membuat wanita bahagia dan gembira. Hatinya akan tersenyum untuk setiap kata yang diucapkan oleh suaminya. Sehingga suami akan merasakan keagungan suara-suara yang baik. Ia akan merasakan indahnya pertalian dengan istri yang suka tersenyum yang mewarnai semua ruang dengan keceriaan dan kegembiraannya. Dengan ini, maka optimisme itu bisa terwujud dengan mendengar dengan baik sebelum berbicara dengan baik. Dan dengan jawaban-jawaban yang manja yang tercermin dalam pembicaraan suami.
Adapun istri yang bermuka masam dan bermuram durja yang tidak pernah tertawa dan tersenyum oleh ucapan apapun dan tidak pernah merasa gembira oleh ucapan pujian, maka ia bagaikan tabir hitam yang diletakkan di kedua mata suami yang malang. Ia bagaikan batu keras yang menghadang di depan jalan suaminya.
Wanita itu diciptkan indah. Senyum itu perbuatan yang indah. Wanita dan senyuman itu mestinya selalu beriringan. Sebab keindahan itu biasanya akan condong kepada keindahan pula.
Akan tetapi, bila yang terjadi adalah sebaliknya dan suami mendapatkan istrinya selalu bermuka masam, maka ia telah tertimpa musibah. Ia bagaikan seorang yang membuka botol minyak wangi yang kelihatan menakjubkan namun ia terperanjat kaget karena ternyata baunya tidak sedap.
Akan tetapi, sebenarnya suami memiliki peran dalam membuat istri tersenyum atau sebaliknya. Ini memerlukan bahasan lain. Karena kita disini hanya membicarakan istri yang bermuka masam tanpa sebab maupun kesalahan dari suami. Di sini kita mencela dan tidak memaafkannya, sebagaimana kita tidak akan memaafkan pohon mawar seandainya ia hanya menghasilkan duri saja untuk kita tanpa menunjukkan bunga sama sekali. Atau, botol minyak wangi bila ia hanya mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Ketahui, 6 Sifat ini Yang Membuat Istri Dilaknat Allah SWT
Setiap wanita muslimah pasti mengharapkan rahmat dari Allah,karena Dia adalah Dzat yang memiliki sifat rahmat buat seluruh makhluk-Nya.
Wanita muslimah yang baik pasti akan menjauhkan dirinya dari larangan-larangan Allah.
Ia mengetahui bahwa larangan Allah akan mendatangkan murka-Nya dan akan menurunkan adzab-Nya.
Ia senantiasa menjaga dirinya dari sesuatu yang akan menjadikannya dilaknat atau dijauhkan dari rahmat Allah.
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah Subhanahuwata’ala
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya3, bila diperintah4 akan mentaatinya5, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
Kemudian sifat-sifat seperti apa yang membuat wanita atau istri dilaknat oleh Allah? berikut adalah sikap istri atau wanita yang akan di laknat Allah SWT.
1. Al-Anaanah: banyak keluh kesah.
Istri atau wanita yang selalu merasa tak cukup, apa yg diberi semua tak cukup.
Diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll.
Tidak redha dengan pembelaan dan aturan yg diberi suami.
Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami.
Bukannya hendak menolong suami, apa yg suami beri pun tidak pernah puas dan selalu merasatidak cukup.
2. Al-Manaanah: suka mengungkit.
Kalau suami melakukan hal yang membuat dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu.
Sangat senang membicarakan suami: tidak ingat budi, tidak bertanggungjawab, tidak sayang dan macam-macam Padahal suami sudah memberi perlindungan macam-macam padanya.
3. Al-Hunaanah:
Ingin pada suami yang lain atau berkenan kepada lelaki yg lain.
Sangat suka membanding-bandingkan suaminya dengan suami/lelaki lain.
4. Al-Hudaaqah: suka memaksa.
Bila menginginkan sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan.
Pagi, siang, malam asyik menekan dan memaksa suami.
Adakalanya dg berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll.
Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya Yang dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.
5. Al-Hulaaqah:
Sibuk bersolek atau tidur atau santai-santai dan lain-lain hingga lalai dengan ibadah-ibadah, seperti solat berjemaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dengan anak-anak, dll.
6. As-Salaaqah: banyak berbicara, menggosip.
Tidak mengenal waktu asik menggosip terus.
Apa saja yg suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya.
Zaman sekarang ini bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dengan telfon, SMS, internet, BBM dan macam-macam cara yang lain.
Yang jelas istri memperlakukan suami dengan kata-katanya yg menyakitkan.
Demikianlah sifat-sifat istri yang akan mendapat laknat dari Allah SWT yang dilansir dari berbagai sumber, semoga menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua.
آمين يارب العالمين
...والله أعلم

Komentar
Posting Komentar