Langsung ke konten utama

KITAB THUFATUL ATHFAL_ MACAM MACAMNYA MAD LAZIM

    BAB MACAM MACAMNYA MAD LAZIM

     

    أَقْسَــامُ لاَزِمٍ لَـدَيهم أَرْبَـعَـةْ

    وَتِـلْكَ كِـلْمِـيُّ وَحَرْفِـيٌّ مَعَــهْ

    Pembagian mad lazim, menurut ahli qira'ah, ada empat, yaitu mad lazim kilmi, dan serta harfiy.

     

    كِـلاَهُـمَا مُـخَـفَّـفٌ مُـثَـقَّـلُ

    فَـهَـــذِهِ أَرْبَـعَـةٌ تُـفَصَّــلُ

    Dan keduanya, yaitu kilmi dan harfiy, ada yang mukhoffaf (ringan) dan mutsaqqal (berat); keempat pembagian ini akan segera diperinci penjelasannya.

    Mad lazim ada 4, yaitu: mad lazim kilmi mukhoffaf, mad lazim kilmi mutsaqqal, mad lazim harfi mukhoffaf, mad lazim harfi mutsaqqol.

     

    فَـإِنْ بِـكِلْمَـةٍ سُـكُونٌ اجْـتَمَـعْ

    مَـعْ حَرْفِ مَـدٍّ فَهْوَ كِلْمِـيُّ وَقَـعْ

    Maka, jika sukun berkumpul dalam satu kata dengan huruf mad, maka disebut dengan mad lazim kilmi.
    Contoh:
    - الحاۤقَّةُ
    - الطَّۤامَةُ
    - الصّاَۤخَّة

     

    أَوْ فـي ثُـلاَثِـيِّ الحُرُوفِ وُجِـدَا

    وَالمَـدُّ وَسْـطُهُ فَحَـرْفِــيٌّ بَـدَا

    Atau dalam huruf tsulatsi(yaitu huruf hijaiyah yang jika di lepas rangkaian pembentuk suara hurufnya terdiri dari 3 huruf), dan huruf madnya terletak ditengahnya, maka disebut dengan mad lazim harfi.

    Contoh huruf tsulatsi adalah nun (ن) yang jika ditulis lengkap akan seperti ini: نُون , huruf-huruf hijaiyah yang termasuk tsulatsi dapat diringkas dalam kalimat: نَقَصَ عَسَلُكُمْ atau kalimat كَمْ عَسَلْ نَقَصْ yaitu ن، ق، ص، ع، س، ل، ك، م

     

    كِـلاَهُـمَا مُثَـــقّـلٌ إِنْ أُدْغِـمَا

    مَخَفَّـفٌ كُــلُّ إِذَا لَـمْ يُـدْغَـمَا

    Keduanya, yaitu mad lazim kilmi dan mad lazim harfi, disebut dengan mutsaqqal(yaitu mad lazim kilmi mutsaqqol atau mad lazim harfi mutsaqqol) jika didghomkan; dan masing-masing dari keduanya disebut dengan mukhoffaf (yaitu mad lazim kilmi mukhoffaf dan mad lazim harfi mukhoffaf) jika tidak diighomkan.

     

    وَالـلاَّزِمُ الْحَـرفِـيُّ أَوَّلَ السُّــوَرْ

    وُجُـودُهُ وَفِـي ثَمَـانٍ انحَصَــرْ

    Dan mad lazim harfiy, itu terdapat pada awal-awal surat, yaitu dalam delapan surat yang teringkas-

     

    يَـجْمَعُـهَا حُـرُوفُ كَمْ عَسَلْ نَقَصْ

    وَعَيْنُ ذُو وَجْهَـيْنِ والطُّولُ أَخَصْ

    Terkumpul dalam huruf-huruf pada kalimat:كَمْ عَسَلْ نَقَصْ (berapa banyak madu yang berkurang?)dan adapun 'ain itu memiliki dua wajahyaitu cara membaca, yaitu membaca panjang/mad atau membawa tawasuth/pertengahan. Namun membaca dengan mad itu lebih masyhur.

    وَمَا سِوَي الحَرْفِ الثُّلاَثِي لاَ أَلِـفْ

    فـَمُـدُّه مَـدّاً طَبِيـعِـيَّا أُلِــفْ

    Dan adapun selain huruf tsulatsi, yang bukan alif, maka madnya termasuk mad thobi'iy, ia dikenali.

    وَذَاكَ أَيْضـاً فِـي فَـوَاتِحِ السُّـوَرْ

    فِي لَفْظِ حَيٍّ طَـاهِرٍ قَـدِ انْحَصَـرْ

    Dan begitu juga termasuk mad thobi'i yaitu awal surat-surat al-Quran yang terkumpul serta teringkas dalam lafadz:حَيٍّ طَـاهِرٍ (hidup bersih/suci)
    contoh:
    - حٰمۤ
    - طٰهٰ

    وَيَجْمَـعُ الْفَوَاتِـحَ الأَرْبَـعْ عَشَـرْ

    صِلْهُ سُحَيْراً مَنْ قَطَعْك ذَا اشْـتَهَرْ

    Dan terkumpul dalam awal 14 surat, yang masyhur terkumpul dalam kalimat:صِلْهُ سُحَيْراً مَنْ قَطَعْك (sambunglah tali silaturahim diwaktu sahur/pagi, pada orang-orang yang memutuskannya)


    Penulis
    M Aulia Hafidz Al-Majied Lc

    cyberdakwahauliamedia27@gmail.com (CDAM27)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Ini Dia Rahasia dan Keutamaan Membaca Surat Al Waqiah Agar Rezeki Berlimpah

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Ini Dia Rahasia dan Keutamaan Membaca Surat Al Waqi'ah Agar Rezeki Berlimpah Tidak semua manusia punya rezeki yang lancar. Padahal, setiap hari sudah bekerja keras, namun tetap saja rezeki masih kurang. Ada baiknya usaha keras kita diimbangi dengan kegiatan ibadah. Karena, bagaimanapun, rezeki datang dari Allah SWT dan cara menjemputnya adalah dengan memohon melalui ibadah. Sebenarnya, ada amalan yang bisa diterapkan untuk rezekimu yang kurang lancar. Bukan akan kaya, tetapi rezekimu akan selalu tercukupi setiap hari. Caranya, rutinlah membaca Surat Al Waqi’ah. Amalan ini dapat menjadi jalan untuk memperlancar rezeki. Mengutip bersamadakwah.net, ini salah satu keutamaan Surat Al Waqiah yang kita ketahui dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud dan penjelasan para ulama mufassirin. Membaca surat Al Waqiah tiap malam, insya Allah dijauhkan dari kemiskinan. Khalifah Utsman bin Affan bermaksud memberikan sejumlah harta kepada Abdu...

Mengenal Tujuh (7) Imam Qira'ah Sab'ah • Biografi 7 Imam Sab'ah

Biografi 7 Imam Qiraat Sab’ah Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Ada yang pernah mendengar istilah qiraat sab'ah? Qiraat sab'ah adalah 7 ragam bacaan Al-Quran yang tentunya sampai kepada Nabi Muhammad saw. Ada 7 qurra atau ahli qiraat yang paling masyhur dan paling banyak digunakan. Ketujuh imam ini memegang peranan penting dalam qiraat Al-Qur’an hingga bisa sampai kepada kita. Perlu diketahui bahwa qiraat yang digunakan oleh kaum muslimin Indonesia adalah Imam ‘Ashim riwayat Hafsh. Jika kita ke beberapa negara di timur tengah maka akan mendapati beberapa bacaan yang sedikit berbeda dengan bacaan kita. Namun perbedaan itu hanyalah sekadar dialek saja bukan pada makna dari ayat. 1. Ibnu 'Amir (118 H) Nama lengkapnya adalah Abdullah Al-Yahshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi'in, belajar qira'at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab Al-Mahzumy dari Utsman bin A...