Langsung ke konten utama

Postingan

Yang Paling Mulai di Sisi Allah SWT. hanyalah orang yang paling taqwa.

Surat Al Hujurat Ayat 13, Arti, Tafsir dan Kandungan Surat Al Hujurat ayat 13 adalah salah satu ayat tentang prinsip dasar hubungan manusia. Berikut ini arti, tafsir dan kandungan Al Hujurat 13. Sebagaimana Surat Al Hujurat secara keseluruhan, ayat 13 ini juga termasuk madaniyah. Yakni turun sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah, ada riwayat yang menyebut tahun 9 hijrah. Al Hujurat (الحجرات) yang menjadi nama surat ini diambil dari ayat 4. Arti al hujurat adalah kamar-kamar. Yakni kamar-kamar tempat kediaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama istri-istri beliau. Surat Al Hujurat Ayat 13 Beserta Artinya Berikut ini Surat Al Hujurat Ayat 13 dalam tulisan Arab, tulisan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (Yaa ayyuhan naasu innaa kholaqnaakum min dzakariw wa un...

Bahaya Mengumbar Aurat

Agama Islam, agama yang memuliakan manusia. Peemuliaan itu tercermin dalam seluruh ajaran-ajarannya. Diantara contoh kecilnya adalah perintah menutup aurat, yang disebutkan oleh Allâh Azza wa Jalla sebagai tindakan menghias diri. Allâh Azza wa Jalla berfirman : يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ Wahai anak cucu Adam, pakailah perhiasan kalian pada setiap (memasuki) masjid ! [al-A’râf/7:31] Yang dimaksud dengan ‘perhiasan’ dalam ayat ini adalah pakaian yang menutupi aurat, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu, Mujâhid rahimahullah dan yang lainnya.[1] Sungguh pakaian merupakan penghias bagi manusia. Ia juga merupakan tanda kemajuan sebuah peradaban, tingginya kemuliaan serta lambang kesopanan. Sebaliknya ‘tak berpakaian’ merupakan salah satu indikasi budaya masyarakat primitif, tanda kehinaan serta merosotnya derajat manusia hingga serendah hewan atau bahkan lebih hina darinya. Oleh karenanya, setan selalu menggoda manusia agar menang...

Fadhilah dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan mulia yang dinantikan oleh setiap umat islam. Pada bulan ramadhan umat islam diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa kecuali orang yang memiliki uzur atau halangan seperti musafir, orang sakit, ibu hamil dan menyusui. Karena merupakan bulan yang mulia maka pahala ibadah di bulan ini akan dilipatgandakan. Puasa ramadhan dilaksanakan selama sebulan penuh, kewajiban tersebut sebagaimana firman Allah dalam surat Al baqarah ayat 183-185 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Bulan ramadhan dibagi menjadi tiga fase yakni sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua dan sepuluh hari ketiga. Sebagaimana hadist Rasullullah SAW yang bunyinya : “Ramadhan itu awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya adalah kebebasan dari api neraka”. Hadist di atas menerangkan bahwa bulan ramadhan memiliki beberapa keistimewaan dan keutamaan. Adapun keisti...

BERGEMBIRALAH MENYAMBUT KEDATANGAN TAMU AGUNG (BULAN SUCI RAMADHAN)

Bergembira Menyambut Ramadhan, Salah Satu Wujud Keimanan Salah satu tanda keimanan adalah seorang muslim bergembira dengan akan datangnya bulan Ramadhan. Ibarat akan menyambut tamu agung yang ia nanti-nantikan, maka ia persiapkan segalanya dan tentu hati menjadi sangat senang tamu Ramadhan akan datang. Tentu lebih senang lagi jika ia menjumpai Ramadhan. Hendaknya seorang muslim khawatir akan dirinya jika tidak ada perasaan gembira akan datangnya Ramadhan. Ia merasa biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Bisa jadi ia terluput dari kebaikan yang banyak. Karena ini adalah karunia dari Allah dan seorang muslim harus bergembira. Allah berfirman, ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ “Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”  (QS. Yunus [10]: 58). Lihat bagaimana para ulama dan orang sh...

PRINSIP AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DALAM IBADAH

PRINSIP AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DALAM IBADAH VIII.    Contoh-contoh Ibadah Yang Tidak Ada Tuntunannya Dalam Sunnah Rosululloh Pada bab ini kami sebutkan sebagian kecil contoh-contoh ibadah yang masih banyak diamalkan oleh kebanyakan kaum muslimin di Indonesia. Mereka beranggapan bahawa amal-amal ibadah tersebut adalah suatu ibadah yang termasuk dalam tuntunan syari’at Islam, tetapi bila kita gali dan teliti lebih jauh ternyata apa yang mereka amalakan telah menyelisihi jalan Rosululloh Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang lurus. Sengaja bantahan/koreksi terhadap amalan-amalan menyimpang tersebut, tidak kami ungkap secara luas karena keterbatasan ilmu dan tempat pemaparan dalam makalah kami ini. Penulis hanya akan mengambil 4 contoh praktek ibadah yang sangat populer di masyarakat luas, yang sampai detik ini masih saja menimbulkan pro dan kontra di kalangan kaum muslimin sendiri, untuk kemudian kita analisa menurut kacamata syari’at yang murni dari...

Golongan Orang-orang Munafik

بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Golongan munafik adalah segolongan manusia yang menyusup ke tengah barisan orang-orang beriman. Mereka memiliki banyak topeng palsu untuk melindungi wujud asli mereka demi menyukseskan misi penghancuran barisan kaum muslimin melalui jalur internal. Golongan munafik yang berada dalam tubuh umat Islam menyimpan banyak strategi dan siasat yang begitu licik tanpa peduli halal-haram. mereka adalah mata-mata yang menyesatkan. Mereka adalah mata orang-orang kafir dan musuh Islam yang sengaja ditanam. Mereka akan selalu mencari celah untuk merusak tatanan kehidupan, mental spiritual, dan persatuan kaum muslimin. Golongan munafik adalah golongan penduduk bumi yang paling keji. Mereka sangat membahayakan Islam dan kaum muslimin. Allah ‘azza wajalla berfirman, وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ الْعَ...