Langsung ke konten utama

Keutamaan 10 Ayat Pertama dan 10 Ayat Terakhir dari Surat Al- Kahfi

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM)

Surat al kahfi ayat 1-10 – Di antara fadilah atau keutamaan dari  surat Al- Kahfi adalah jika kamu menghapalkan sepuluh ayat pertama dalam surat al kahfi maka ia akan terbebas dari godaan Dajjal laknatullah alaih.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadist riwayat berikut ini :

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Membaca sepuluh ayat pertama (atau yg terakhir) dari surah Al-Kahfi seperti yg disebutkan dalam hadis Rasulullah saw:

“… . Barangsiapa yg hafal sepuluh ayat dari ayat awal surah Al-Kahfi, ia akan terpelihara dari godaan Dajjal dan dalam riwayat lain, siapa yg hafal sepuluh ayat yg terakhir daripadanya..” (Hadis Sahih Muslim)

Dalam hadits tersebut, Nabi Saw memberitahukan bahwa barang siapa yang mampu menghafal sepuluh ayat pertama atau terakhir dari surat Al-Kahfi, maka dirinya akan terlindungi dari dahsyatnya fitnah Dajjal.


Imam Nawawi berkata, “Terdapat ulama yang mengatakan bahwa penyebab dari mendapatkan keutamaan seperti itu adalah karena pada awal surat Al-Kahfi terdapat suatu hal yang menakjubkan dan meruapakan tanda kuasa Allah.


Tentu saja untuk siapa saja yang merenungkannya dengan benar, maka Insya Allah pasti tidak akan terpengaruh dengan fitnah Dajjal.


Inti Kandung Surat Al-Kahfi

isi kandungan surat al kahfi 1-10

Diturunkannya Al-Qur’an sebagai penuntun pada jalan yang lurus.

Menghibur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atas keadaan orang kafir yang pada saat itu belum beriman.

Keajaiban dalam kisah Ashabul Kahfi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan oleh Allah Swt untuk bersabar dalam menghadapi orang-orang fakir.

Ancaman nyata bagi orang kafir yang akan mendapatkan siksa dan bala’ (musibah).

Janji terhadap orang beriman bahwa mereka akan diberikan balasan yang baik.

Perumpaan orang beriman dan orang kafir dalam menyikapi dunia.

Permisalan dunia dengan hujan yang turun dari langit serta tanaman yang tumbuh.

Dunia yang teranggap hanyalah ketaatan pada Allah saja.

Penyebutan terjadinya kejadian pada hari kiamat.

Pembacaan kitab catatan amal.

Manusia ditampakkan kebenaran.

Iblis enggan sujud terhadap Nabi Adam.

Keadaan orang kafir pada saat masuk neraka.

Orang yang membela kebatilan pada saat berdebat dengan orang yang berpegang pada kebenaran.

Cerita tentang umat manusia sebelum kehancuran, supaya kita pun takut akan hal itu.

Kisah tentang Nabi Musa dan Khidr.

Kisah Nabi Dzulqarnain.

Bangunan yang menghalangi gerak Ya’juj dan Ma’juj.

Rahmat yang akan datang pada hari kiamat nanti.

Sia-sianya amalan orang – orang kafir.

Balasan terhadap orang beriman dan yang berbuat baik.

Ilmu Allah tidaklah akan habis untuk dicatat.

Namun perlu dicatat keutamaan lainnya dari surat Al-Kahfi tentang keutamaannya dibaca pada hari Jumat. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Imam Syafi’i dalam Al-Umm dan Al-Ashaab berkata disunnahkan membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat dan malam Jumatnya.” (Al-Majmu’, 4: 295).


Surat Al- Kahfi 1- 10

isi kandungan surat al kahfi 1- 10

Ayat 1 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1- 10


Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;


Ayat 2 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,


Ayat 3 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.


Ayat 4 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.


Ayat 5 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.


Ayat 6 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).


Ayat 7 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.


Ayat 8 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.


Ayat 9 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?


Ayat 10 Surat Al- Kahfi

surat al kahfi ayat 1-10


 


(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.


Wallahu A'lam....

Penulis:

Muhammad Aulia Hafidz Al-Majied, Lc.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Dia Rahasia dan Keutamaan Membaca Surat Al Waqiah Agar Rezeki Berlimpah

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Ini Dia Rahasia dan Keutamaan Membaca Surat Al Waqi'ah Agar Rezeki Berlimpah Tidak semua manusia punya rezeki yang lancar. Padahal, setiap hari sudah bekerja keras, namun tetap saja rezeki masih kurang. Ada baiknya usaha keras kita diimbangi dengan kegiatan ibadah. Karena, bagaimanapun, rezeki datang dari Allah SWT dan cara menjemputnya adalah dengan memohon melalui ibadah. Sebenarnya, ada amalan yang bisa diterapkan untuk rezekimu yang kurang lancar. Bukan akan kaya, tetapi rezekimu akan selalu tercukupi setiap hari. Caranya, rutinlah membaca Surat Al Waqi’ah. Amalan ini dapat menjadi jalan untuk memperlancar rezeki. Mengutip bersamadakwah.net, ini salah satu keutamaan Surat Al Waqiah yang kita ketahui dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud dan penjelasan para ulama mufassirin. Membaca surat Al Waqiah tiap malam, insya Allah dijauhkan dari kemiskinan. Khalifah Utsman bin Affan bermaksud memberikan sejumlah harta kepada Abdu...

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Mengenal Tujuh (7) Imam Qira'ah Sab'ah • Biografi 7 Imam Sab'ah

Biografi 7 Imam Qiraat Sab’ah Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Ada yang pernah mendengar istilah qiraat sab'ah? Qiraat sab'ah adalah 7 ragam bacaan Al-Quran yang tentunya sampai kepada Nabi Muhammad saw. Ada 7 qurra atau ahli qiraat yang paling masyhur dan paling banyak digunakan. Ketujuh imam ini memegang peranan penting dalam qiraat Al-Qur’an hingga bisa sampai kepada kita. Perlu diketahui bahwa qiraat yang digunakan oleh kaum muslimin Indonesia adalah Imam ‘Ashim riwayat Hafsh. Jika kita ke beberapa negara di timur tengah maka akan mendapati beberapa bacaan yang sedikit berbeda dengan bacaan kita. Namun perbedaan itu hanyalah sekadar dialek saja bukan pada makna dari ayat. 1. Ibnu 'Amir (118 H) Nama lengkapnya adalah Abdullah Al-Yahshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi'in, belajar qira'at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab Al-Mahzumy dari Utsman bin A...