Langsung ke konten utama

Doa 4 & 7 bulan Kehamilan

Doa 4 & 7 Bulan Kehamilan


اَللهُمَّ سَلِّمْنَا مِنْ اَفَاتِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاَخِرَةِ فِتْنَتِهِمَا وَفَضِيْحَتِهِمَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. اَللهُمَّ سَلِّمْ جَنِيْنَهَا وَعَافِ مَا فِى بَطْنِهَا مِمَّا لاَنَرْجُوْهُ وَنَخَافُ. سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ. اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْ نُصَلِّى عَلَيْهِ وَاَنْ نُسَلِّمُ جَنِيْنَهَا مِنِ الْاَفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَاْلاَمْرَاضِ وَعَنْ اُمِّ مُلْدَانِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. 

 Artinya :

Ya Allah, selamatkanlah kami dari bencana dunia dan azab akhirat, petaka adan keburukan keduanya (dunia dan akhirat), sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, sejahterakanlah janinnya, selamatkanlah kandungan di dalam perutnya dari sesuatu yang tidak kami harapkan dan yang kami khawatirkan. Kesejahteraan terlimpah pada Nuh di seluruh alam. Sungguh demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu dengan kepangkatan pemimpin kami Muhammad SAW, hendaklah Engkau menganugerahkan shalawat kepada Beliau, dan selamatkanlah janin ini dari bahaya, sakit, penyakit dan juga dari jin Ummi Muldin, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang paling pengasih diantara para pengasih. Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai imam kaum bertaqwa.

Doa Untuk Janin atau Bayi dalam Kandungan

اَللهُمَّ اجْعَلْهُ مُسْلِمًا صَالِحًا عَابِدًا ذَاكِرًا حَافِظًا لِلْقُرْاَنِ الْكَرِيْم وَمِمَنْ يَعْمَلُوْنِ بِهِ. اَللهُمَّ اجْعَلْهُ بَارًّا بِوَالِدَيْهِ وَأَهْلِهِ. اَللهُمَّ حَسِّنْ خَلْقَهُ وَخُلُقَهُ. اَللهُمَّ أَعِذْهُ مْنِ شَيَاطِيْنِ اْلاِنْسِ وَالْجِنِّ. اَللهُمَّ سَهِّلْ وَيَسِّرْ حَمْلَهُ وَوَلاَدَتَهُ. اَللهُمَّ أَقِرُّ عَيْنِي بِهِ. اَللهُمَّ ارْزُقْنِيْ وَلَدًا وَاجْعَلْهُ تَقِيًّا ذَكِيًا. وَاجْعَلْهُ سَلِيْمًا مُعَافِيً وَلاَ تَجْعَلْ فِي خَلْقِهِ زِيَادَةً وَلاَ تُقْصَانًا. وَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ إِلَى الْخَيْرِ. اَللهُمَّ اَصْلِحْ لِي ذَاتِي وَذُرِّ يَتَي. اَللهُمَّ اسْتَوْدَعْتُكَ هَذَاالْجَنِيْنَ فَحَسِّنْ فِي خَلْقِهِ وَأَخْلاَقِهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ هَوْنَ الطَلْقِ وَحُسْنَ الْخُلُقِ. 

 Artinya :

Ya Allah, jadikanlah dia (janin) seorang anak muslim yang shalih, taat beribadah, selalu berdzikir dan memelihara Quran dan orang yang mengamalkan Quran. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang berbuat baik pada kedua orang tua dan keluarganya. Ya Allah, baguskanlah fisik dan akhlaknya. Ya Allah, lindungilah dia dari setan manusia dan jin. Ya Allah, mudahkanlah kandungan dan kelahirannya. Ya Allah, jadikanlah dia permata hatiku. Ya Allah, berikan kami seorang anak dan jadikan dia anak yang bertakwa dan cerdas. Ya Allah, jadikan akhir hidupnya dalam kebaikan. Ya Allah, perbaikilah diriku dan anak cucuku. Ya Allah, aku titipkan janin ini pada-Mu. Maka, baguskanlah fisik dan akhlaknya. Ya Allah, aku memohon padaMu, mudahkanlah proses kelahirannya dan baguskanlah bentuknya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Enam (6) Kaidah Rasm Utsmani (Kaidah Penulisan Al-Qur'an)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Rasm Utsmani | Khath Utsmani | Rasmul Qur'an Rasm bisa diartikan atsar (bekas), khat (tulisan) atau metode penulisan. Rasm Utsmani atau disebut juga Rasmul Qur’an adalah tata cara penulisan Al-Qur’an yang ditetapkan pada masa khlalifah Utsman bin Affan. Istilah Rasmul Qur’an diartikan sebagai pola penulisan al-Qur’an yang digunakan Ustman bin Affan dan sahabat-sahabatnya ketika menulis dan membukukan Al-Qur’an. Yaitu mushaf yang ditulis oleh panitia empat yang terdiri dari Mus bin zubair, Said bin Al-Ash, dan Abdurrahman bin Al-harits. Mushaf Utsman ditulis dengan kaidah tertentu. Menulis Kaligrafi Al-Qur'an Kaidah rasm utsmani ada 6: 1. Hadzf (الْحَذْف) Hadzf artinya membuang. Nah dalam penulisan Al-Qur’an ada beberapa huruf yang dibuang. Huruf yang dibuang diantaranya alif, wau, ya’, lam dan nun. Contoh wau yang dibuang: اَلْغَاونَ (اَلْغَاوُوْنَ) Contoh ya’ yang dibuang: وَلِيَ دِيْنِ (دِيْنِيْ) Contoh lam yang dibuang: ...

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam

Imam Al-Ghazali: Sang Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan Hujjatul Islam (argumentator Islam) karena jasanya yang besar di dalam menjaga Islam dari pengaruh ajaran bid’ah dan aliran rasionalisme Yunani. Beliau lahir pada tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di Ghazalah, suatu kota kecil yang terlelak di Thus wilayah Khurasan yang waktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan di dunia Islam. Para Ulama nasab berselisih pendapat dalam penyandaran nama Imam Ghazali ra, sebagian mengatakan, bahwa penyandaran nama beliau kepada daerah Ghazalah di Thus tempat kelahiran beliau ini dikuatkan oleh Al-Fayumi dalam Mishbahul Munir, penisbatan ini kepada salah seorang keturunan Imam Ghazali yaitu Majdudin Muhammad bin Muhammad bin Muhyiddin Muhammad bin Abi Thohir Syarwan Syah bin Abul Fadhl bin Ubaidillah, anaknya Sitti Al-Mana Binti Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali yang mengatakan: “...