Langsung ke konten utama

Lagu Bayati_Seni Baca Al Qur’an

cyberdakwahauliamedia27@gmail.com
(CDAM27)

Pendahuluan

Seni Baca Al Qur’an adalah seni atau tata cara menyenandungkan bacaan Al Qur’an dengan menggunakan kaidah tajwid serta diperindah oleh lagu atau irama tertentu dan pengaturan suara yang memadai.

Dalam Seni Baca Al Qur’an , para qori’ di Indonesia umumnya membagi lagu atas 7 ( tujuh ) macam lagu utama. Antara lain sebagai berikut :

1. Bayati

2. Shoba

3. Hijaz

4. Nahawand

5. Sika

6. Rost

7. Jiharka

Bayati

a) Bayati Qarar

نُوْرُ النَّبِيَّ عَلَي الْعَوَالِمِ اَسْفَارَا

b) Bayati Nawa

فَاَباَنَ اَسْبَابَ الرَّشَادِ وَاَظْهَارَا

c) Bayati Syuri

وَالْكُفْرُاَصْبَحَ جَيْشُهُ مُتَقَهْقِرَا      وَشَرِيْعَةُ اْلاِسْلاَمِ رَاقَ رُوَاعُهَا

d) Bayati Husaini

وَانْحَلَّ مَا عَقَدَ اْلغُوَاةَ مِنَ اْلعُرَى   لَمَّااَتَى خَيْرِ اْلاَناَمِ بِدِيْنِهِ

وَالْكُفْرُ بَعْدَ الْعُرْفِ صَارَ مُنَكَّرَا    هَامُوْاجَمِيْعًا بِالنَّبِيِّ وَدِيْنِهِ

وَاسْتَبْشَرُوْا بِالْمُصْطَفَى وَبِنُوْرِهِ

e) Bayati Jawab

وَالْكُلُّ صَاحَ مُهَلِّلاً وَمُكَبِّرَا

f) Bayati Jawabul Jawab

وَشَرِيْعَةُ اْلاِسْلاَمِ رَاقَ رُوَاعُهَا

Penulis
Muhammad Aulia Hafidz Al-Majied Lc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulumul Qur'an • Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm)

Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Kaidah Penulisan Hamzah (Kaidah Imla dan Rasm) Cara menulis hamzah di awal, di tengah, dan di akhir Berbeda dengan huruf hijaiyah lainnya, hamzah mempunyai kaidah tersediri dalam penulisannya. Hamzah bisa ditulis dalam bentuk alif, ya’, wau, atau mandiri (seperti kepala ain). Di bawah ini akan dijelaskan cara penulisan hamzah dalam kaidah imla’ dan juga rasm utsmani. Penulisan Hamzah 1. Hamzah di awal kata Ketika hamzah berada di awal kata, maka di tulis dalam bentuk alif, baik hamzah qatha maupun hamzah washal. Perbedaanya kalau menulis hamzah qatha harus ada kepala hamzahnya (ء) di atas alif ketika berharakat fathah dan dhammah serta berada di bawah alif ketika berharakat kasrah. Sedangkan menulis hamzah washal berbentuk alif saja tanpa ada kepada hamzah. Contoh hamzah qatha: أَنْعَمْتَ – أُنَاسٌ - إِكْرَامٌ Contoh hamzah washal: اَلْأَنْهَارُ - اِبْنٌ - اُنْصُرْ === Perbedaan hamzah qatha dan hamzah washal === 2. Hamzah di tengah Hamza...

Mengenal Tujuh (7) Imam Qira'ah Sab'ah • Biografi 7 Imam Sab'ah

Biografi 7 Imam Qiraat Sab’ah Cyber Da'wah Aulia Media (CDAM) Ada yang pernah mendengar istilah qiraat sab'ah? Qiraat sab'ah adalah 7 ragam bacaan Al-Quran yang tentunya sampai kepada Nabi Muhammad saw. Ada 7 qurra atau ahli qiraat yang paling masyhur dan paling banyak digunakan. Ketujuh imam ini memegang peranan penting dalam qiraat Al-Qur’an hingga bisa sampai kepada kita. Perlu diketahui bahwa qiraat yang digunakan oleh kaum muslimin Indonesia adalah Imam ‘Ashim riwayat Hafsh. Jika kita ke beberapa negara di timur tengah maka akan mendapati beberapa bacaan yang sedikit berbeda dengan bacaan kita. Namun perbedaan itu hanyalah sekadar dialek saja bukan pada makna dari ayat. 1. Ibnu 'Amir (118 H) Nama lengkapnya adalah Abdullah Al-Yahshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi'in, belajar qira'at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab Al-Mahzumy dari Utsman bin A...

Doa yang Diajarkan Nabi kepada Abu Bakar untuk Diamalkan Sehari-hari

Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq merupakan sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah. Namun beliau tetap meminta diajarkan doa kepada Rasulullah yang bisa diamalkan sehari-hari. Sebagaimana dalam kitab Shahih Bukhari-Muslim, diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash, dari Abu Bakar Siddiq ra bahwa dia berkata kepada Rasulullah saw, “Ajarkanlah kepadaku doa, yang aku ucapkan di dalam shalatku.” Beliau bersabda, “Bacalah; اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي  ظَلَمْتُ كَثِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ  إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Allahumma inni dhalamtu nafsii dhulman katsiiraw wa laa yaghffirudh dhunuba illaa anta faghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta, fhaghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta al-ghafurur rahiim “Ya Allah, sungguh aku menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang sangat dan tidak ada yang mampu memberikan pengampunan kecuali Engkau ...